Pages

Blogger templates

Wednesday, September 4, 2013

Pemeriksaan Fisik


Pemeriksaan fisik tujuannya menemukan berbagai tanda yaitu:
1. Perubahan bentuk ( P )
2. Luka terbuka ( L )
3. Nyeri tekan ( N )
4. Bengkak ( B )
Tindakan ini melibatkan Penglihatan, perabaan dan pendengaran .
Pemeriksaan fisik dilakukan secara sistimatis dan beurutan dari ujung kepala
sampai ujung kaki namun dapat berubah sesuai kondisi penderita yaitu
1. kepala
Telinga
Hidung
Mata
Mulut
2. leher
3. dada
4. perut
5. punggung
6. panggul
7. anggota gerak atas dan bawah
pada pemeriksaan anggota gerak selain PLNB juga lakukan pemeriksaan
gerakan sensasi dan sirkulasi ( GSS ).
1. Pemeriksaan denyut nadi
Setiap kali jantung berdenyut maka pembuluh nadi akan melebar dan
berkonstraksi saat darah melaluinya . Nadi adalah gelombang tekanan yang
dihasilkan oleh denyut jantung
Denyut nadi dapat diperiksa dibagian :
a. Leher ( Pembuluh nadi leher / A.karotis )
b. Lengan atas ( Pembuluh nadi lengan atas /A. brakialis )
c. Pergelangan tangan ( Pembuluh nadi pergelangan tangan / A. radialis )
d. Lipat paha ( Pembuluh nadi lipat paha / A.femoralis )
Cara memeriksa nadi
1. Pasien berbaring atau duduk dengan tenang
2. Raba nadi yang akan diperiksa dengan telunjuk dan jari tengah
3. Tekan sedikit sampai nadi teraba , lalu mulai menghitung sambil melihat
penunjuk detik pada jam .
4. Bila denyut nadi teratur, nadi diperiksa selama 15 detik dan hasilnya dikalikan
4 untuk mendapatkan denyut nadi permenit. Bila denyut nadi tidak teratur,
harus diukur selama 60 detik
5. Laporkan juga teratur atau tidak, kuat atau lemah denyut nadi penderita
Denyut Nadi
Bayi : 120 - 150 X/menit
Anak : 80 - 150 X/menit
Dewasa : 60 - 90 X/menit
2. Pemeriksaan pernapasan
Pada penderita sadar jangan sampai penderita mengetahui bahwa frekwensi
pernapasannya sedang dihitung. Genggam tangan penderita lalu letakkan diatas
diatas dada atau perut penderita, lalu amati gerakkan naik turunnya.
Satu pernapasan adalah satu kali menghirup napas dan satu kali mengeluarkan
napas ( satu kali gerakan naik dan turun ). Pernapasan dihitung selama 30 detik,
lalu dikalikan 2 untuk mendapatakan frekuesi pernapasan permenit.
Frekwensi Pernapasan
Bayi : 25 - 50 X/menit
Anak : 15 - 30 X/menit
Dewasa : 12 - 20 X/menit
3. Pemeriksaan Suhu
Pada pemeriksaan suhu tubuh cukup diperoleh data suhu relatif. Apakah ada
peningkatan atau penurunan suhu yang dilakukan dengan perabaan dengan
menggunakan punggung tangan pada dahi atau leher.
Kelembaban kulit juga harus dinilai ( berkeringat / kering )
Warna kulit juga perlu dinilai.
Pucat  dapat terjadi akibat gangguan peredaran darah
Kemerahan  tekanan darah tinggi, keracunan alcohol, luka bakar,
demam, penyakit infeksi
Kebiruan ( sianossi )  Kurangnya oksigen dalam darah
Kekuningan  Sering merupakan tanda gangguan hati
Biru kehitaman  Tanda perdarahan bawah kulit
Suhu Tubuh
Normal 37ยบ Celcius
Gambar memeriksa suhu tubuh
Gambar memeriksa denyu nadi,
Gambar memeriksa pernapasan
Riwayat Penderita
Untuk mengetahui penyebab atau pencetus suatu kejadian, mekanisme kejadian
atau perjalanan suatu penyakit maka diperlukan wawancara yang dapat dilakukan dengan
penderita, keluarganya atau saksi mata. Riwat penderita ini sangat penting pada kasus
medis.Untuk memudahkan, dikenal akronim KOMPAK .
K = Keluhan utama
Sesuatu yang sangat dikeluhkan penderita . Gejala adalah hal-hal yang hanya dapat
dirasakan oleh penderita misalnya nyeri, pusing. Tanda adalah hal-hal yang dapat
diamati oleh orang lain . Saat melakukan Tanya jawab hindari jawaban YA atau
TIDAK. Usahakan memberikan pertanyaan terbuka .
O = Obat - obatan yang diminum
Tanyakan apakah penderita sedang dalam proses pengobatan. Gangguan yang
dialami mungkin akibat lupa minum atau menelan obat tertentu contohnya seorang
penderita kencing manis mengalami masalah kadar gula derah yang tinggi karena
lupa minum obat sebelum makan.
M = Makanan / Minuman terakhir
Hal ini dapat dijadikan dasar terjadinya kehilangan kesadaran pada penderita. Selain
itu data ini juga penting untuk diketahui bila ternyata penderita harus menjalai
pembedahan di RS.
P = Penyakit yang diderita
Riwayat penyakit yang sedang diderita atau pernah diderita yang mungkin
berhubungan dengan keadaan yang dialami penderita saat ini. Contoh : asma dan
jantung.
A = Alergi yang Dialami
Perlu dicari apakah penyebab pada penderita ini mungkin merupakan suatu bentuk
alergi terhadap bahan-bahan tertentu . umumnya penderita atau keluarga sudah
mengetahuinya dan sudah memahami mengatasi keadaan itu.




K = Kejadian
Kejadian yang dialami penderita sebelum kecelakaan atau sebelum timbulnya gejala
dan tanda penyakit yang diderita saat ini.
Pemeriksaan Berkala
Pemeriksaan harus diteruskan harus berkala sebelum mendapat pertolongan medis.
Secara umum pada pemeriksaan berkala harus dinilai kembali :
- Tingkat kesadaran
- Nilai kembali jalan napas dan perbaii bila perlu
- Nilai kembali pernapasan, frekuensi dan kualitasnya
- Periksa kembali nadi penderita
Penolong tidak membuat diagnosa, tetapi dapat membuat kesimpulan berdasarkan
hasil temuannya.
- Nilai kembali keadaan kulit : Suhu, kelembaban dan kondisinya
- Periksa kembali secara seksama mungkin ada bagian yang belum
diperiksa atau sengaja di lewati
- Nilai kembali penatalaksanaan penderita ( secara keseluruhan )
- Pertahankan komunikasi dengan penderita untuk menjaga rasa
aman dan nyaman.
Pelaporan
Setelah selesai menangani penderita dan penolong melakukannya dalam tugas maka
semua pemeriksaan dan tindakan pertolongan harus dilaporkan secara singkat dan jelas
kepada penolong selanjutnya.
Dalam laporan sebaiknya dicantumkan :
- Umur dan jenis kelamin penderita
- Keluhan utama
- Tingkat kesadaran
- Keadaan jalan napas
- Pernapasan
- Denyut nadi
- Pemeriksaan yang penting
- KOMPAK yang penting
- Penatalaksanaan
- Perkembangan lainnya yang dianggap penting

No comments:

Post a Comment

Blogger news

manu manchester wall united al-ina